Home / Berita Umum / RM Nufrianto Aris Munandar Di Coret Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu Lakukan Pencabulan Anggota PPK

RM Nufrianto Aris Munandar Di Coret Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu Lakukan Pencabulan Anggota PPK

RM Nufrianto Aris Munandar Di Coret Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu Lakukan Pencabulan Anggota PPK – Anggota KPU Kota Yogyakarta, RM Nufrianto Aris Munandar, dicoret Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) . Dia bisa dibuktikan lakukan perbuatan asusila ialah mencabuli seseorang wanita yang anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) .

Perkara itu berasal kala wanita itu menumpang mobil Nufrianto pada lebih kurang April 2018. Tak diduga saja, Nufrianto mencium paksa wanita beberapa kali. Bukan hanya itu, Nufrianto memaksa melewatkan celana korban sampai ikat pinggang korban putus.

Korban yg terasa harga dirinya sendiri dihinakan serta dicemarkan, memberikan laporan perkara itu ke pimpinan KPU Kota Yogyakarta. Perkara ini lantas bersumber ke DKPP.

” Menjatuhkan sangsi pemberhentian terus terhadap Teradu R Nufrianto Aris Munandar bertindak sebagai Anggota KPU Kota Yogyakarta putusan dibacakan, ” demikian lansir DKPP dalam webnya, Kamis (11/4/2019) .

Putusan itu dibacakan pada Rabu (10/4) tempo hari dengan ketua majelis Harjono. Dalam sidang DKPP, Nufrianto membetulkan dirinya sendiri sempat memohon mencium korban jadi bentuk perasaan simpati terhadap korban jadi single parent yg bertarung buat menghidupi anak putri serta orang tuanya.

Nufrianto pula membetulkan, sempat memaksa korban terjalin tubuh, sampai ikat pinggang korban putus serta kancing busana terlepas.

” Perbuatan Teradu sangatlah merendahkan martabat kemanusian wanita yg selayaknya dilindungi dari perbuatan kekerasan baik fisik atau mental, ” kata Ketua DKPP, Harjono.

Nufrianto, menurut DKPP, malahan memanfaatkan serta memakai peluang atas rekan kuasa jadi atasan buat mengelabui korban dalam penuhi nafsu birahinya dengan beberapa cara menantang hukum berwujud perbuatan pelecehan serta kekerasan seksual yg sangatlah merendahkan kehormatan serta martabat penyelenggara pemilu.

” Teradu bisa dibuktikan melanggar Clausal 6 ayat (3) huruf c serta huruf f juncto Clausal 12 huruf a serta b, juncto Clausal 15 huruf a serta d Ketetapan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomer 2 tahun 2017 terkait Kode Etik serta Petunjuk Tabiat Penyelenggara Pemilu. Karena itu dalil aduan Pengadu bisa dibuktikan serta jawaban Teradu tak menekankan DKPP, ” pungkas Harjono.

About admin